
Pandeglang – Alhamdulillah, dua dosen tetap STIT Riyadhussholihiin kembali menorehkan prestasi akademik melalui publikasi artikel ilmiah pada Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora (Sinta 4), Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026.
Artikel tersebut berjudul “Kritik terhadap Fenomena Literasi Tanpa Iman: Analisis Pendidikan Islam Kontemporer dalam Perspektif Hadis Nabawi”, yang ditulis oleh Ahmad Taupik, M.Pd. dan Achmad Affandy, M.Pd., keduanya merupakan dosen tetap STIT Riyadhussholihiin.
Penelitian ini mengangkat fenomena yang semakin banyak ditemukan dalam dunia pendidikan kontemporer, yaitu tingginya capaian literasi dan penguasaan pengetahuan yang tidak selalu diiringi dengan kualitas adab, akhlak, dan penguatan keimanan. Kondisi tersebut melahirkan berbagai tantangan dalam dunia pendidikan Islam, di mana aspek kognitif sering kali mendapatkan perhatian yang lebih besar dibandingkan pembinaan iman dan karakter peserta didik.
Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengkaji hadis-hadis Nabi ﷺ serta berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan konsep pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian praktik pendidikan modern cenderung membalik urutan pembelajaran yang dicontohkan oleh generasi salaf, yaitu lebih mengutamakan penguasaan teks dan pengetahuan sebelum menanamkan fondasi keimanan yang kuat.
Penelitian ini menegaskan pentingnya menghidupkan kembali metode pendidikan yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat, yaitu membangun keimanan terlebih dahulu sebelum memperbanyak pengetahuan. Prinsip “belajar iman sebelum belajar Al-Qur’an” menjadi landasan penting dalam membentuk karakter yang kokoh, beradab, dan mampu mengamalkan ilmu dalam kehidupan nyata.
Keunikan penelitian ini terletak pada kritik metodologis terhadap orientasi pendidikan yang terlalu menitikberatkan pada capaian akademik dan literasi tekstual, namun kurang memperhatikan proses internalisasi nilai-nilai keimanan. Penelitian ini menawarkan perspektif bahwa keberhasilan pendidikan Islam tidak hanya diukur dari banyaknya ilmu yang dikuasai, tetapi juga dari kualitas iman, akhlak, dan perubahan perilaku yang dihasilkan.
Publikasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen STIT Riyadhussholihiin dalam pengembangan kajian pendidikan Islam berbasis Al-Qur’an dan As-Sunnah. Selain itu, capaian ini menunjukkan komitmen kampus dalam membangun budaya akademik yang produktif, mendorong penelitian ilmiah, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan pendidikan Islam kontemporer.
Artikel ini dapat diakses melalui DOI berikut:
https://doi.org/10.59059/tabsyir.v7i1.3006
Semoga Allah Ta’ala memberkahi ilmu yang ditulis, menjadikannya bermanfaat bagi dunia pendidikan Islam, dan menjadi amal jariyah bagi para penulis serta seluruh pihak yang mendukung lahirnya karya ilmiah tersebut.
Baarakallahu fiikum.